KHUSUS WANITA KETAHUAI LAH..!!! PERBEDAAN ANTARA DARAH HAID DAN DARAH AWAL KEHAMILAN



Bunda yang sedang berencana punya anak pasti sedikit banyak sudah tahu soal ciri-ciri kehamilan. Ini artinya bunda mungkin sudah tahu bahwa beberapa calon ibu ada yang mengalami pendarahan ringan akibat proses implantasi atau menempelnya embrio pada rahim. Namun karena darah awal kehamilan ini hampir sama dengan darah haid, maka bunda perlu tahu apa saja perbedaan darah haid dan flek tanda hamil tersebut. 

Apa yang dimaksud dengan pendarahan implantasi? 

Pendarahan implantasi, flek tanda hamil, bercak darah tanda hamil, atau darah awal kehamilan, semua istilah ini memiliki makna yang sama. Darah yang keluar merupakan hasil dari sebuah proses dimana emberio menanamkan diri ke dalam rahim.

Jadi begini prosesnya; setelah pembuahan terjadi dalam saluran tuba falopi, sel telur yang sudah dibuahi (embrio) kemudian bergerak menuju rahim lalu menempel di endometrium (lapisan subur dari rahim). Dengan menanamkan dirinya ke rahim, embrio dapat menerima nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang sampai akhirnya menjadi jabang bayi yang siap lahir. 

Nah karena lapisan dalam rahim mengandung banyak pembuluh darah, maka wajar kalau ada sedikit darah yang bocor dan keluar melalui vagina saat proses penempelan embrio ke dinding rahim tadi. 

Pendarahan implantasi biasanya memiliki ciri darah yang berwarna coklat atau pink, yang keluar sebelum jadwal menstruasi. Meski bercak darah ini bisa menandakan kalau haid telah tiba, namun flek ini juga bisa berarti bahwa bunda memang positif hamil. 

Lantas, Apa Perbedaan darah haid dan darah awal kehamilan? 

Munculnya flek atau darah awal kehamilan terjadi pada sekitar 1/3 ibu hamil. Namun pada kenyataannya, banyak ibu hamil yang menganggap kalau itu merupakan darah haid biasa. Untuk itu sekarang, mari kita cari tahu apa saja perbedaan darah haid dan darah awal kehamilan. Mari kita amati mulai dari volume, warna, dan gejala terkait.

1. Volumenya Perbedaan darah haid dan darah awal kehamilan yang paling menyolok adalah dari segi volumenya. Darah tanda hamil biasanya sedikit saja dan akan tetap begitu hingga maksimal 3 hari. Lain halnya dengan kebanyakan perempuan yang siklus haidnya memang dimulai dengan sedikit darah, namun volume darah menstruasi pasti meningkat dalam kurun waktu 1-2 hari. Selain itu, darah awal kehamilan juga tidak mengandung gumpalan darah seperti darah mens. 

Karena volume darah yang banyak bukanlah tanda implantasi normal, maka itu bisa jadi pertanda haid atau keguguran (jika sebelumnya hasil tespek positif). Jadi tanamkan dalam pikiran kalau darah awal kehamilan pasti sedikit dan akan tetap begitu.

2. Warna 
Jika warna darahnya coklat atau pink, maka besar kemungkinan itu adalah flek tanda hamil. Lain halnya dengan darah menstruasi yang rata-rata berwarna merah segar. Akan tetapi pada kasus yang jarang terjadi, bercak darah tanda hamil juga bisa berwarna merah. Ini artinya darah segarlah yang dikeluarkan . 

Darah coklat tadinya merupakan darah segar, namun karena ‘terjebak’ lama dalam rahim setelah embrio mengimplantasikan dirinya, maka warnanya pun jadi berubah. Kebanyakan bunda melaporkan kalau darah coklat yang keluar juga disertai bau busuk. 

3. Kram 

Baik darah haid atau implantasi, keduanya bisa menyebabkan nyeri atau kram. Akan tetapi perbedaan darah haid dan darah awal kehamilan bisa dilihat dari instensitas nyeri yang dirasakan. 

Nyeri haid biasanya lebih intens ketimbang kram akibat implantasi. Jika nyeri yang bunda alami ringan saja dan juga disertai (ataupun tidak) bercak darah pink atau kecoklatan, maka ini merupakan ciri pendarahan implantasi. 


Alasan mengapa implantasi bisa menimbulkan nyeri adalah karena embrio sedang menggali dan menempelkan dirinya pada dinding rahim, sehingga menyebabkan otot rahim berkontraksi. Ketika kontraksi terjadi, maka itu bisa mencubit ujung saraf sehingga timbul rasa sakit yang mirip dengan nyeri haid. Kram akibat implantasi ini bisa berakhir dalam hitungan jam ataupun hari. 

4. Konsistensinya 
Perbedaan darah haid dan flek tanda hamil selanjutnya bisa kita amati dari konsistensinya. Apakah darah yang keluar labil (kadang keluar, kadang tidak), atau justru terus-menerus (konsisten)? Untuk darah tanda hamil, sifat pendarahannya cenderung datang dan pergi. Lain halnya dengan darah haid yang pasti mengucur terus-menerus selama 4-7 hari.

Pendarahan implantasi biasanya berakhir dalam 1-2 hari, namun beberapa perempuan bisa mengalaminya lebih singkat ataupun lebih lama dari waktu yang disebutkan tadi. Penyebabnya karena setiap tubuh perempuan dan setiap kasus kehamilan itu unik. Namun ada pula perempuan yang hanya mengalami flek tanda hamil selama beberapa jam saja.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda beserta keluarga...

Sumber : mediskus.com






Komentar

Entri Populer

STOP..! Jangan buang kulit Telur..bermanfaat untuk mencuci pelaratan dapur

KENALI LAH TANDA LAHIR YANG ADA PADA TUBUH ANDA, DAN INI LAH BEBERAPA CARA UNTUK MENGHILANGKAN NYA....

Cara membedakan Margarin kadaluawarsa dan yang masih bagus